Niskala dan Clodi

Sebelum Niskala lahir yaitu hampir setahun yang lalu, saya pernah browsing soal popok bayi. Dan nyangkut ke posting blog seorang ibu yang menjelaskan tentang clodi (cloth diapers). Saat itu saya sudah tertarik tapi belum berencana menggunakannya untuk Niskala.

Hingga akhirnya dia lahir. Saya memakaikan popok tali konvensional kepada Niskala. Dan untuk mencegah pipisnya bercucuran kemana-mana, saya dan suami berinovasi (preeett) dengan melapisi kain pernel yang dilipat menjadi seukuran kertas A4 dengan selembar plastik tebal dan menjadikannya semacam perlak mini. Jadi tiap menggendong Niskala, si perlak mini ini ngikut.

Tapi sehubungan dengan semakin tingginya mobilitas bayi itu yang dibarengi dengan pertumbuhan tubuhnya, si perlak mini jejadian tak lagi optimal. Di usia 2-3 bulan Niskala, saya harus ‘mandi’ tiap waktu sholat karena kena ompol terus. Sehingga akhirnya kami beralih menggunakan pospak (popok sekali pakai).

Selama 2 bulan full memakai pospak, ternyata saya jatuh miskin! Hehehehe, nggak sih. Cuma syok aja sama besarnya alokasi dana untuk membeli pospak ini. Saat itulah saya inget lagi sama si clodi. Saya browsing sana-sini, kepoin akun IG para penjual clodi hingga ‘dipertemukan’ dengan IG mbak @imeldaclodishop yang luar biasa detail dan baik hati kasih ilmu soal clodi. Gak cuma manfaat dan macem-macem clodi, sampe cara pakai, cara cuci dan cara merawat clodi pun dijelaskan di sana.

Jadilah sejak usia 4 bulan, Niskala mulai pakai clodi. Nggak langsung full pakai sih, masih suka diseling pakai pospak jg. Tapi itu aja udah bantu banget ngurangi anggaran beli pospak. Dan itu yg paling penting bagi ibu-ibu hemat (bukan pelit ya) macem saya.

Selama pakai pun alhamdulillah keluhan seperti bocor sampe ruam popok ga pernah dialami. Eh pernah sih bocor tapi itu karena sayanya yang ga ikutin petunjuk cara pakai. Jadi kalo kita ikut aturan dan petunjuknya rasa-rasanya mudah aja berclodi. Asalkan kita punya akses ke air bersih yang melimpah supaya clodi awet dan bisa berfungsi optimal.

Punya clodi jg ga harus sekodi. Niskala baru punya 4 outer, 8 insert (berbagai jenis) dan 3 liner. Sehingga ibu nuri ga boleh males nyuci clodi. Well semoga kami istiqomah berclodi. Karena, bukan cuma karena hemat tapi dengan mengurangi pemakaiannya pospak, kita juga ikut mengurangi jumlah sampah yang kian menggunung menyakiti bumi. And using cloth diapers is the least I can do. 😔

Advertisements

Upside-down Banana Cake

Assalamu’alaikum!

Setelah sebulan penuh mudik ke Bandung, rasanya rindu banget deh saya sama oven tercinta di rumah. Kebetulan banget pas sampai rumah ternyata Ada kiriman pisang yang dipanen Kakek dari kebunnya. Karena pisang ya cukup banyak dan sudah matang semua, saya khawatir mereka keburu busuk tanpa sempat kami makan semuanya. Secara saya gak begitu suka pisang.

Jadi, akhirnya saya memutuskan agar pisangnya dibikin cake aja. Suami yang ngocok, buat adonan dan manggang ke oven. Saya bagian mandorin aja. Hehehehe. Ini resepnya:

Bahan-bahan:

  • 4 buah pisang raja matang
  • 2 cup tepung terigu
  • 3 butir telur ayam
  • 1 1/2 cup gula pasir
  • 2 sdm butter
  • 1 sdt bubuk kayu manis

Cara buat:

  1. Lumat-lumat 3 buah pisang raja, beri bubuk kayu manis. 
  2. Di wadah terpisah, kocok telur dengan 1/2 cup gula pasir. Lalu tuangkan ke wadah berisi pisang yang telah dilumat.
  3. Masukkan tepung terigu, aduk rata.
  4. Di dalam panci kecil, panaskan butter hingga meleleh. Masukkan sisa gula pasir. Masak di api kecil hingga berubah menjadi karamel.
  5. Potong-potong 1 buah pisang membentuk bulat.
  6. Tuangkan karamel ke dalam loyang. Susun potongan pisang di atasnya. Kemudian tuangkan adonan.
  7. Panggang pada oven bersuhu 180°C selama 40-50 menit.
  8. Angkat, balikkan loyang di atas piring saji. Sajikan hangat. Ntap!

Puding Roti Panggang (Bake Bread Pudding)

Assalamu’alaikum!

Berhubung lagi liburan di Bandung, saya jadi agak kesulitan mau ngebaking. Pertama, karena belum apal tempat belanja bahan. Kedua, karena belum apal ‘settingan’ peralatan baking punya ambu. Dan terakhir, karena males. Hehehehe. Hawa dingin bikin pengennya gegoleran doang sih.

Tapi karena kegatelan juga ya udah lama ga ngebaking jadi mulai lah saya dan suami beli bahan-bahan yang gampang buat dibikin jadi cemilan. Sehingga jadilah puding roti panggang! Ini resepnya yes.

Bahan-bahan:

  • 10 lembar roti tawar kupas
  • 250 ml susu cair
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 butir telur
  • 1 cangkir mentega, cairkan
  • 1/4 sdt vanilla extract
  • 75 gr keju cheddar, potong dadu kecil
  • 25 gr keju cheddar, parut
  • 1 bks milk chocolate meisesmilk

Cara buat:

  1. Potong-potong roti tawar ukuran 2 x 2 cm, rendam dengan 150 ml susu cair
  2. Kocok telur, campurkan dengan gula pasir dan vanilla extract.
  3. Setelah kocokan telur merata, tambahkan sisa susu.
  4. Masukkan mentega cair ke dalam campuran telur dan susu, aduk rata.
  5. Tuangkan campuran telur susu dan mentega ke dalam wadah rencananya roti tawar.
  6. Tambahkan potongan keju, lalu aduk rata.
  7. Siapkan loyang yang telah dioles mentega beku.
  8. Masukkan setengah adonan ke dalam loyang.
  9. Beri taburan meises yang cukup tebal di tengah adonan.
  10. Tuangkan sisa adonan, beri taburan keju.
  11. Panggang ke dalam oven dengan suhu 180° selama 30 menit.
  12. Sajikan.

Strawberry Cheesecake

​Assalamu’alaikum!

Tanpa banyak cincong, inilah resep cake favorit saya.

Bahan-bahan:

a. Saus stroberi

. 100 gr stroberi segar

. 1/2 cup air

. 1 sdt tepung maizena

. 1 sdm gula pasir

b. Crust

. 6 keping biskuit marie

. 50 gr unsalted butter, lelehkan

c. Cheesecake filling 

. 200 gr cream cheese bersuhu ruangan

. 1 butir telur

. 2 sdm gula pasir

. 1/4 sdt vanilla extract 

. 1 sdm perasan jeruk nipis

. 1/2 sdt parutan kulit jeruk nipis

. 1 sdm tepung terigu 
Cara buat:

a. Saus stroberi 

. Potong stroberi seukuran dadu.

. Masukkan potongan stroberi dan gula ke dalam sauce pan di atas api kecil 

. Beri air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga gula larut 

. Setelah gula larut, tunggu hingga mendidih dan air menyusut setengahnya

. Masukkan tepung maizena yang sebelumnya dilarutkan dengan sedikit air (kira-kira 1/4 cup)

. Aduk pelan-pelan hingga cukup kental

. Matikan api, diamkan hingga saus bersuhu ruangan

. Dinginkan di dalam kulkas 

b. Crust 

. Masukkan biskuit marie ke dalam kantong plastik 

. Hancurkan biskuit dengan rolling pin

. Pindahkan remahan biskuit ke mangkok berisi lelehan butter

. Aduk hingga rata, masukkan ke dalam springfoam 

. Ratakan crust di dasar springfoam hingga seluruh dasar tertutup

. Masukkan ke dalam oven selama 10 menit

. Setelah 10 menit, keluarkan dari oven dan diamkan di suhu ruangan

. Turunkan suhu oven ke 160

c. Filling 

. Aduk cream cheese menggunakan mixer kecepatan rendah-sedang hingga halus 

. Tambahkan gula sambil terus diaduk 

. Setelah gula tercampur, masukkan satu per satu vanilla extract, perasan jeruk nipis dan kulit jeruk nipis 

. Tambahkan terigu, aduk hingga adonan lembut

. Masukkan telur, aduk pelan hingga tercampur

. Matikan mixer, jangan overmix setelah telur masuk

d. Tahap akhir

. Alasi bagian luar springfoam berisi crust dengan aluminium foil hingga ke sekelilingnya

. Masukkan filling, ratakan dengan spatula

. Optional: tambahkan saus stroberi di atas filling, lalu bentuk swirl

. Tuang air ke loyang oven hingga setengahnya tergenang

. Masukkan springfoam berisi adonan cheesecake 

. Panggang hingga 45-50 menit

. Setelah 45 menit, cek adonan apakah masih bergerak atau sudah settle 

. Jika sudah settle, matikan oven.

. Diamkan cheesecake di dalam oven selama 1 jam

. Keluarkan cheesecake dan dinginkan di suhu ruangan 

. Setelah bersuhu ruangan, dinginkan di kulkas selama 6 jam atau semalaman

. Sajikan dengan siraman saus stroberi

Cat: untuk springfoam ukuran 10cm

Classic Tiramisu (without mascarpone)

Assalamu’alaikum!

Dengan selesainya tetek bengek revisi skripsi suami saya, alhamdulillah kami bertiga sudah ada di Bandung sejak tanggal 14 kemarin. Tapi sampai dengan hari sabtu pagi saya masih punya cream cheese di kulkas. Karena saya akan cukup lama di bandung, tentunya sayang banget kan kalau cream cheese yang enak itu harus terbengkalai begitu saja. Nah kebetulan, beberapa hari sebelumnya saya lagi suka banget liat video resep buat bikin tiramisu. Padahal saya nggak suka kopi dan cuma suka milk chocolate. Tapi nyatanya saya tergoda buat bikin tiramisu.

Untuk buat Tiramisu, lazimnya kita pakai keju mascarpone. Tapi berhubung punyanya cream cheese, ya sudahlah saya sikat aja.

Bahan-bahan:

  • 250 gr keju mascarpone (saya ganti cream cheese)
  • 20-25 keping biskuit digestive (biasanya orang pakai ladyfinger, saya pakai biskuat susu karena adanya itu, hehehe)
  • 3 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
  • 3 sdm gula pasir
  • 3 sdm bubuk cokelat
  • 2 sdm bubuk kopi hitam, seduh dengan secangkir air panas
  • 1 sdt vanila

Cara membuat:

  1. Di atas wadah double boiler, kocok perlahan kuning telur dan 2 sdm gula pasir.
  2. Setelah kuning telur berubah berbusa dan berwarna lebih pucat dengan suhu di wadah mencapai 70 derajat celcius, matikan api lalu sisihkan.
  3. Di wadah lain, kocok putih telur dan 1 sdm gula pasir hingga kaku.
  4. Di wadah kuning telur yang sudah tidak panas, masukkan cream cheese dan vanilla. Kocok adonan.
  5. Setelah adonan lembut, masukkan sepertiga bagian dari kocokan putih telur. Aduk hingga tercampur rata.
  6. Jika sudah tercampur, masukkan sisa kocokan putih telur dan aduk kembali.
  7. Siapkan loyang, masukkan 1-2 sdm adonan dan ratakan dengan spatula.
  8. Celupkan biskuit ke dalam seduhan kopi, lalu susun menutupi permukaan loyang.
  9. Setelah permukaan loyang tertutup, ambil setengah bagian dari adonan dan lapisi susunan biskuit. Ratakan dengan spatula.
  10. Menggunakan saringan teh, taburi dengan cokelat bubuk.
  11. Buat layer kedua biskuit dengan menyelupkannya ke seduhan kopi dan menyusunnya.
  12. Masukkan sisa adonan dan kembali ratakan dengan spatula.
  13. Taburi kembali cokelat bubuk hingga merata.
  14. Masukkan loyang ke dalam lemari es. Dinginkan selama minimal 6 jam.
  15. Selesai.

Spaghetti with Tuna-Sambal Matah Topping

Assalamu’alaikum!

Well, saya bener-bener udah lama sekali gak posting di sini. Bahkan udah hampir lupa blog saya ini isinya apa ya.

Sejak kelahiran Niskala Fajar Kancana tercinta, saya memang disibukkan dengan mengakui setiap detik hidupnya. I’m addicted to him! Semestinya itu bukan alasan bagi saya untuk malas nulis ya. Tapi konsistensi memang masalah utama saya. Dan setelah iseng buka-buka WordPress via aplikasi mobilenya, saya jadi teringat blog ini lagi. Semoga saya bisa istiqomah ya.

Nah, kali ini saya mau share resep aja kali ya. Makanan ini sangat gampang dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Dan yang penting, rasanya endeusss. Resep sambal matahnya saya contek dari video masak.tv di youtube. Karena resepnya sangat simpel. Walaupun katanya versi asli sambal ini pakai kecombrang, tapi saya skip karena agak sulit cari kecombrang di sini.

Bahan-bahan:

  • 6 porsi pasta spageti
  • 3 sdm minyak goreng
  • 200 gr ikan tuna segar
  • 2 buah jeruk nipis
  • 10 buah cabe rawit merah
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawah putih
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 batang sereh
  • 1/2 sdt terasi
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • 1 buah tomato, potong dadu

Cara membuat:

  1. Lumuri ikan tuna yang sudah dipotong-potong dengan air perasan jeruk nipis dan garam. Biarkan 30 menit agar meresap.
  2. Rebus spageti di air mendidih yang sebelumnya sudah ditaburi sedikit garam dan minyak goreng. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
  3. Iris-iris cabe rawit, bawang merah, bawang putih, daun jeruk (buang tulang daunnya) dan batang sereh (hanya bagian berwarna putih). Beri terasi, garam, dan gula.
  4. Di atas wajan, tumis tuna yang sudah dimarinasi. Sambil menulis, hancurkan ikan tunanya. Setelah cukup matang, matikan api.
  5. Tuang minyak goreng panas bekas menumis tuna ke dalam wadah berisi irisan sambal matah.
  6. Campurkan ikan tuna yang sudah matang dengan sambal matah. Aduk hingga merata, koreksi rata.
  7. Siapkan piring makan, ambil spageti sesuai porsinya. Beri topping tuna sambal matah dan perasan jeruk nipis. Tambahkan potongan tomato segar.
  8. Silakan nikmati pedas gurih segarnya!

No-Bake Peanut Butter Cookies

Assalamu’alaikum!

Berhubung butter untuk buat cheesecake tempo hari masih banyak tersisa, ada selai kacang juga di lemari, dan nafsu untuk ngemil yang sedang cukup tinggi, akhirnya saya searching resep di youtube kira-kira bisa bikin apa ya dari dua bahan ini.

Dan jadilah peanut butter cookies yang tentunya tanpa oven dong. Hehehehe.

Bahan-bahannya:

  • 1 cup selai kacang
  • 1 sdm butter
  • 2 sdm oats
  • 2 sdm gula pasir
  • 100 ml susu cair
  • 1/4 sdt vanili

Cara membuat:

  • Lelehkan butter di atas api kecil
  • Masukkan gula pasir, aduk pelan-pelan
  • Masukkan susu cair dan vanili, sambil tetap diaduk pelan-pelan
  • Setelah semua tercampur rata, masukkan selai kacang, aduk kembali
  • Masukkan oats, aduk sampai membentuk adonan
  • Matikan api, diamkan adonan
  • Sementara itu lapisi loyang dengan kertas minyak
  • Setelah adonan tidak terlalu panas, ambil satu sendok lalu bentuk di atas loyang seperti potongan cookie
  • Ulangi sampai adonan habis
  • Dinginkan di dalam kulkas antara 1,5 – 2 jam

Selamat ngemiiil! 🙂

peanut butter